Postingan

Rezeki

Allah memberi kita rezeki, bukan hanya untuk diri kita seorang, namun juga untuk banyak orang. Jadi, untuk kamu yang sedang berjuang mencari rezeki yang halal dan berkah, tetap semangat yah...

Sincerely,

Icah

Menjadi Wanita

Wanita memang tidak sekuat pria
Tapi pria, tidak akan sekuat itu tanpa ada sosok wanita di sampingnya
Kadang wanita dikenal dengan sifatnya yang perasa
Memang benar, dan itulah kelebihan kita

Wanita itu harus pinter dan gak boleh minder
Tapi bukan berarti harus selalu bener, sekali-kali boleh kok mengalah
Walaupun mungkin bukan kamu yang salah

Wanita itu harus tangguh, tidak mudah mengeluh, walaupun berkali-kali jatuh
Saat ada masalah, selalu bisa cari solusinya
Bukan malah mendramatisir kayak drama Korea
Di situasi buruk tetap bisa berfikir jernih, menangis cukup sesekali, setelah itu berjuang lagi

Jadilah wanita yang tidak mudah panik saat dapat masalah
Jadilah wanita yang selalu bisa instropeksi saat berbuat salah
Jadilah wanita yang mampu menjaga kehormatannya, baik dari penampilan, sikap, dan juga tutur kata

Bukan rendah diri dan tinggi hati
Tapi rendah hati dan tinggi prestasi
Bukan yang hebat dan mengintimidasi
Tapi yang lembut dan bisa mengayomi

A self reminder by Merry Riana

Memantapkan Pilihan dengan Iman

Selama ini, saya seringkali lupa menyertakan iman dalam mengambil keputusan-keputusan dalam hidup. Saat saya menginginkan sesuatu, hal yang selalu saya kedepankan adalah ego. Saya lupa bahwa saya punya Allah. Saya lupa untuk selalu menyertakan-Nya dalam setiap pengambilan keputusan.
Dan sekarang, saya menyadari bahwa akan banyak sekali keputusan besar yang akan saya ambil. Keputusan untuk memilih pasangan hidup dan berkarir, misalnya, atau keputusan-keputusan lain yang mempengaruhi kelangsungan hidup saya di masa depan. Mulai hari ini, saya akan selalu menyertakan-Nya. Karena saya tidak ingin, keputusan yang nantinya saya pilih justru menjadi boomerang untuk saya dan menjadikan saya menyesal di masa depan. 
"Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu, dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu, dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tida…

Indonesia Kembali Berduka

Setelah bencana alam yang terjadi di Lombok dan Sulawesi Tengah, pagi ini saya kembali dikejutkan dengan berita kecelakaan pesawat udara Lion Air JT-610. Pesawat yang membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, 2 infant, 6 awak kabin, serta pilot dan co-pilot ini dikabarkan jatuh di Perairan Tanjungbungin, Karawang, Jawa Barat pada pukul 06.33 WIB.

Sampai saat ini Tim Basarnas masih terus melakukan evakuasi di TKP. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari laman tirto.id, saat ini Basarnas telah mengerahkan dua kapal yang akan digunakan untuk mencari bangkai pesawat yang berada di dasar laut.

Mari kita doakan semoga evakuasi berjalan dengan lancar, keluarga dan kerabat yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan seluruh korban ditempatkan di tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Aamiin.

Sabtu Bersama Bapak

Ceritanya saya lagi ngubek-ngubek draft tulisan di laptop. Kemudian saya ingat kalau saya punya hutang untuk ngepost tulisan ini. Dalam rangka menepati janji, akhirnya pagi ini saya memutuskan untuk memposting tulisan ini disini. Lagian, menurut saya, sayang aja sih kalo film sebagus ini ga saya buatkan tulisan, karena film ini tuh mengandung banyak sekali pesan-pesan kehidupan. Dan... siapa tau suatu saat nanti, tulisan ini bisa menjadi pengingat untuk saya.
Oh iya, sebenarnya ini adalah film yang diadaptasi dari novel yang dikarang oleh Adhitya Mulya. Pada tahun 2015, saya juga sempat pengen beli novel Sabtu Bersama Bapak, tapi sayangnya saya selalu kehabisan stocknya. Dan sampai sekarang malah ga kesampean beli novel ini. Tapi alhamdulillah, walaupun ga kesampean beli, saya tetap bisa baca novelnya. Iyak betul saya minjem! Jadi, waktu itu saya sempat lihat temannya adik saya posting novel Sabtu Bersama Bapak di instagram, karena kebetulan saya juga kenal sama dia, akhirnya saya p…

Belajar dari Novel Baswedan

Sejujurnya, saya baru mengetahui Bapak Novel Baswedan selama 4 bulan terakhir. Tepatnya, saat beliau diberitakan diteror oleh orang tak dikenal dengan cara disiram menggunakan air keras. Lalu, secara tidak sengaja, dua minggu yang lalu saya menonton wawancara eksklusif beliau yang ditayangkan di salah satu stasiun TV Nasional.
Topik yang dibahas pada acara itu adalah tentang keberlanjutan penanganan kasus teror yang menimpa beliau pada 11 April silam. Masalahnya, sudah hampir 4 bulan namun pelaku teror tersebut masih belum ditemukan. Kalau dinalar pakai logika, jelas ada yang gak masuk akal. Lha wong kasus pembunuhan yang menimpa satu keluarga saja bisa ditangani dalam waktu kurang dari 6 jam, masa untuk kasus sesepele ini bisa sampai memakan waktu hampir 4 bulan ?
Kok saya berasa orang yang ngerti prosedur hukum banget ya ? Haha. Padahal, latar belakang pendidikan saya bukan ilmu hukum. Tapi, bener kan pendapat saya diatas ? Kalau kamu gak sependapat dengan saya, gak apa-apa kok. Wa…

Naik Gunung

Waktu itu saya lagi duduk santai di ruang TV. Tiba-tiba handphone saya berbunyi. Saya segera berjalan mengambil handphone saya yang kebetulan lagi dicharge di kamar. Saya buka notification yang ada, ternyata itu adalah chat dari grup yang ada di telegram.
“Kalau ada yang mau ikut, hari Jum’at aku mau naik gunung.”
Begitu kurang lebih isi chat dari salah satu teman saya. Rasanya pengen banget bales chat itu kayak gini “Aku mau ikut naik gunung dong!” tapi akhirnya chat dari teman saya itu, hanya saya baca doang. Haha. By the way, kalau banyak teman-teman seusia saya yang pada ngebet pengen naik ke pelaminan, saya mah enggak. Saya malah lebih kepengen naik gunung ketimbang naik ke pelaminan.
Emangnya udah ada cah yang ngajakin kamu naik ke pelaminan?
Ya belum sih. haha.
Eh, ini topiknya kenapa jadi ke pelaminan ya? Kita balik lagi deh ke topik awal. Hehe. Jadi, sebenarnya salah satu keinginan saya yang sampai saat ini belum terwujud adalah naik gunung.
Kenapa gak pernah terwujud, cah?
Ka…